Mazda-Indonesia.Com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kerak Di Ruang Bakar

hmmmm....mungkin dilain kesempatan saya ingin mengajak teman2 ke Padepokan ICC nya Kang Cepot utk melihat bagaimana proses 'menyembur DCS' dengan baik dan benar utk MAZDA.

DCS yang diharapkan berfungsi sebagai carbon cleaner memerlukan waktu untuk bereaksi dengan kerak yang ada di ruang bakar, di throtle body, di intake valve dan di atas kelapa piston paling tidak dalam waktu 1/2 jam (idealnya dalam waktu 1 jam). Selama waktu 1/2 jam tsb DCS sebaiknya dihindari utk tertiup udara terbuka agar tidak menguap, itulah sebabnya sesaat setelah menyembur via lubang busi harus ditutup lubang businya.

Berapa jumlah ideal yg disemprotkan ke ruang bakar ? tergantung seberapa parah kondisi ruang bakar tersebut. Jumlah foam yang kurang akan menyebabkan kerak tidak terkikis sempurna, sebaliknya jika foam terlalu banyak akan menyebabkan ruang bakar menjadi sangat lembab sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan percikan api di ruang bakar. Lalu bagaimana seharusnya ?

1. Gunakan DCS hanya 1 botol untuk membersihkan ruang bakar dan throtle body dengan komposisi 50:50. Artinya, semprotkan 1/2 botol melalui throtle body dan semprotkan 1/2 botol sisanya ke ruang bakar via lubang busi.

2. Biarkan foam DCS bereaksi mengikis kerak dalam waktu minimal 1/2 jam (ideal 1 jam)

3. Keluarkan hasil reaksi foam DCS dari lubang busi dengan menggunakan udara bertekanan tinggi (uap airnya hrs difilter dulu). Untuk hasil optimal posisikan piston pada posisi TOP dengan memutar puli baru kemudian disemprot.

4. Apabila tidak memungkinkan menggunakan step no 3, pastikan soket ke delco sudah dicabut, kemudian letakan koran di lubang busi kemudian start mesin selama 10 detik dengan interval utk standby selama 10 detik utk start berikutnya. Lakukan step ini berulang-ulang hingga kotoran yang terpental ke koran menjadi lebih halus dan sedikit jumlahnya.

 

Pada kasus gagal hidupnya mesin familia di Gathering Cibodas setelah di semprot DCS, penyebabnya adalah :

1. Ruang bakar masih terlalu lembab yang disebabkan jumlah foam DCS masih dalam jumlah banyak karena belum cukup waktu untuk bereaksi dengan kerak (waktu saat itu kurang lebih hanya 5-10 menit)

2. Busi menjadi basah dgn cairan dari foam DCS sehingga gagal untuk memantik api di ruang bakar

3. Kemampuan accu mobil mulai menurun untuk melakukan proses start secara berulang

 

Hasil yang diharapkan pada proses DCS di mesin familia tsb seharusnya  adalah :  Pada lembar koran yang diletakan di lubang busi akan terdapat butiran kotoran yang pekat, kasar dan tebal yang telah bereaksi dgn foam DCS.

 

Dan yang harus diperhatikan setelah menyemprot DCS ke ruang bakar :

1. Hindari mengeluarkan hasil proses menyembur ini dengan menggeber2 mesin dalam kondisi mobil diam. Ini untuk menghindari tergoresnya silinder akibat sisa kerak yang terkikis oleh foam DCS.

2. Jangan membilas ruang bakar yang telah disembur oleh DCS dengan Carburator Cleaner. 2 cairan ini memiliki komposisi bahan yang berbeda yang bila bereaksi mungkin akan menyebabkan pengikisan logam dan melemahkan seal klep. Carburator Cleaner juga bersifat flameable, yang mana sangat berbahaya jika ikut terbakar langsung di ruang bakar.

3. Bila memungkinkan, lakukan 'italian tune-up' yaitu dengan mengendarai kendaraan hingga rpm tertinggi untuk membantu melepaskan sisa kerak yang telah dikikis oleh foam DCS.

4. Stel CO setelah mobil digunakan sekitar 3 hari setelah menyembur DCS karena sisa foam DCS bisa dipastikan sudah habis terbakar semua sehingga akurasi pengukuran / penyetelan CO menjadi lebih akurat.

5. Segera ganti oli mesin dan filter oli sekitar 3-4 hari setelah menyembur DCS. Foam DCS yang larut akan terperangkap oleh oli mesin dan akan mengakibatkan kekentalan oli mesin menjadi berubah lebih cair.

6. Setting pula waktu pengapian dengan menggunakan timing light agar lebih presisi. Kendaraan yang telah bersih ruang bakarnya dapat distel lebih maju waktu pengapiannya tanpa harus khawatir mengalami knocking.

7. Biasakan melakukan ritual bebersih ini setiap 10.000 km. Dan untuk lebih optimalnya bersihkan pula pompa bensin di tangki, filter bensin, filter udara dan injector.

 

 

rgrds, Riva

Comments  

 
-1 #2 vantrend 2010-11-12 01:50
hmmnn.. kudu ganti kali ya pake semprotan serangga :P
 
 
0 #1 arioseno 2010-11-11 18:10
hehe , yg dipegang sama Riva itu DCS udah gak dijual lagi, suppliernya gak masukin lg. Diganti merk lain.
 

Iklan Bawah 1

Global An award-winning which enables you to build Web sites

Iklan Bawah 2

Global Hhave a certain amount of control over the way

Iklan Bawah 3

GlobalUltrices justo lorem ante pede sodales accumsan

Iklan Bawah 4

Global Plugins provide routines which are associated with it

Iklan Bawah 5

Template It provides the framework that brings together

Copyright © 2010 Mazda-Indonesia.Com. All Rights Reserved.